logo mahkamah agung website ramah difable

PENGUMUMAN SELEKSI PETUGAS LAYANAN POSBAKUM

Berdasarkan amanat Pasal 23 Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pedoman Pemberian Layanan Hukum Bagi Masyarakat Tidak Mampu di Pengadilan. Pengadilan Agama Jakarta Pusat pada tahun anggaran 2018 akan menerima 1 (satu) Lembaga Layanan Pos Bantuan Hukum Pengadilan Agama Jakarta Pusat Tahun Anggaran 2018, dengan ini mengundang kepada lembaga masyarakat sipil penyedia advokasi hukum, unit kerja advokasi hukum pada organisasi profesi advokat dan lembaga konsultasi dan bantuan hukum Perguruan Tinggi, untuk mendaftar sebagai Lembaga Pemberi Layanan Posbakum Pengadilan Tahun 2018 di Pengadilan Agama Jakarta Pusat, yang memenuhi kriteria persyaratan sebagai berikut :
Read More...

MARI – Supreme Judicial Council Kuwait Tandatangani Letter of Intend Kerja Sama Bidang Peradilan

Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI), Prof. Dr. H. Muhamad Hatta Ali, S.H., M.H. mengadakan kunjungan kerja ke Kuwait pada 9-11 Desember 2017. Kunjungan yang diinisiasi oleh MA RI dan Supreme Judicial Council of The State of Kuwait (SJC Kuwait) ini dimaksudkan untuk membangun kerangka kerja sama di bidang hukum dan peradilan khususnya dalam hal capacity building dan pembinaan profesionalisme aparat peradilan kedua belah pihak. Program utama Ketua MA RI selama tiga hari di Kuwait mencakup pertemuan dengan Chief Justice SJC Kuwait, Y.M. Yousef Jasem Al-Mutawa, Minister of Justice, Y.M. Dr. Faleh Abdullah Al-Azab dan Director of Kuwait Institute for Judicial and Legal Studies, (KIJLS) Mr. Owaid Al-Thuwaimar.
Read More...

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Posbakum PAJP TA 2018

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Petugas Layanan Posbakum Pengadilan Agama Jakarta Pusat Tahun Anggaran 2018
Read More...

Pengumuman Hasil Seleksi Petugas Layanan Posbakum

Pengumuman Hasil Seleksi Petugas Layanan Posbakum Pengadilan Agama Jakarta Pusat Tahun Anggaran 2018
Read More...
responsive slideshow joomla


Wednesday, 28 February 2018 02:32
PTA DKI Jakarta Gelar Pelantikan Pejabat Struktural dan Fungsional
Pejabat Baru PTA DKI Jakarta   Jakarta|pta-jakarta.go.id Rabu (14/2) atau bertepatan 8 Jumadilawa... Read more
Friday, 22 December 2017 09:40
Pengumuman Hasil Seleksi Petugas Layanan Posbakum Pengadilan Agama Jakarta Pusat Tahun Anggaran 2018
Pengumuman Hasil Seleksi Petugas Layanan Posbakum Pengadilan Agama Jakarta Pusat Tahun Anggaran 2018... Read more
Monday, 27 November 2017 02:32
PENGUMUMAN SELEKSI PETUGAS LAYANAN POSBAKUM
  PENGUMUMAN SELEKSI PETUGAS LAYANAN POSBAKUM Nomor : W9-A1/5601/HK.05/11/2017   Berdasarkan ama... Read more

Prosedur Pengaduan Perkara Perkara


MARIMEKANISME PENGADUAN MASYARAKAT Di dalam melaksanakan kegiatan pelayanan publik, Pengadilan Agama Jakarta Pusat kadang kala tidak selalu dapat memenuhi harapan masyarakat, khususnya para pencari keadilan. Bila hal ini terjadi, bisa menimbulkan ketidakpuasan dan keluhan dari masyarakat. Keluhan tersebut dapat diajukan ke Pengadilan Agama Jakarta Pusat dan Pengadilan Agama Jakarta Pusat akan berupaya untuk memberikan solusi yang terbaik.

Lebih Lanjut

Statistik Pengaduan


MARI

STATISTIK PENGADUAN PADA PENGADILAN AGAMA JAKARTA PUSAT

NO
JENIS PENGADUAN
JUMLAH
KETERANGAN
1.
Pelayanan tidak memuaskan
3
-
2.
Perilaku Hakim / Pegawai
Nihil
-
3.
Perbuatan tidak menyenangkan
Nihil
-
4.
Lain - Lain
2
-


Lebih Lanjut

Sanksi Disiplin


MARIBerdasarkan Memorandum dari Kepala Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI Nomor : 64/BP/KP.02.2/VIII/2011 tanggal 19 Agustus 2011, perihal Melaksanakan disposisi Bapak Ketua Muda Pengawasan Mahkamah Agung RI,dengan ini kami sampaikan data pejabat peradilan yang dikenai hukuman disiplin Periode Januari 2016 s/d Juni 2016. Berikut ini kami sampaikan lampirannya (Ind/Irn).

Lebih Lanjut

Pengaduan Online


MARIPengaduan Online Perkara.

Lebih Lanjut



Free Joomla Tabs Component

KRONOLOGI PEROLEHAN LAHAN Dl RAWA KERBO,

KELURAHAN CEMPAKA PUTIH TIMUR, KECAMATAN CEMPAKA PUTIH

UNTUK PEMBANGUNAN KANTOR PENGADILAN AGAMA JAKARTA PUSAT

  1. 16 - Mei – 2006 : Wakil Ketua Mahkamah Agung Rl dengan suratnya nomor 18/WKMA-NY/V/2006 mengajukan permohonan bantuan penyediaan lahan/kantor Pengadilan Agama Jakarta Pusat
  2. 22 - Mei – 2006 : Kepala Biro Administrasi Kesmas Sekretariat Daerah Provinsi DKI mengirim nota dinas kepada Asisten Kesejahteraan Masyarakat Provinsi OKI yang isi pokoknya menunjuk lahan di komplek Rawa Kerbo dapat disetujui diperuntukkan pembangunan gedung kantor Pengadilan Agama Jakarta Pusat
  3. 2-Juni-2009 : Pengadilan Tinggi Agama Jakarta dengan suratnya nomor W9-A/795/HM.01/VI/2009 mengajukan kembali permohonan lahan kepada Gubernur DKI untuk pembangunan Kantor Pengadilan Agama Jakarta Pusat, Setelah Mahkamah Agung mengalokasikan dana pada DlPA 2010
  4. 16-Juli-2009 : Terbit surat rekomendasi dari Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Provinsi DKI Jakarta nomor 3051/-1.711.11 tentang penggunaan lahan seluas 1.324 m yang terletak di komplek Rawa Kerbo, Kelurahan Cempaka Putih Timur, Kecamatan Cempaka Putih untuk pembangunan Kantor Pengadilan Agama Jakarta Pusat
  5. 29-Juli-2009 : Terbit keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta nomor 1207/2009 tentang persetujuan pemanfaatan aset milik Pemda DKI yang terletak di komplek Rawa Kerbo, Cempaka Putih tersebut untuk pembangunan gedung Pengadilan Agama Jakarta Pusat
  6. 4 - Agustus – 2009 : Pimpinan Mahkamah Agung Rl yang terdiri dari Sekretaris, Kepala Badan Urusan Administrasi, Dirjen Badilag bersama-sama Panitera/Sekretaris PTA Jakarta, Ketua Pengadilan Agama Jakarta Pusat, Panitera/Sekretaris Pengadilan Agama Jakarta Pusat dan Camat Cempaka Putih meninjau lokasi dimaksud dan bersepakat menerima penggunaan lahan tersebut untuk pembangunan kantor Pengadilan Agama Jakarta Pusat
  7. 25 - Agustus – 2009 : Tim Pemprov. DKI Jakarta bersama tim dari Pengadilan Agama Jakarta Pusat melakukan peninjauan lapangan dengan berita acara yang pada pokoknya lahan dimaksud telah dihuni oleh bapak Kusen dengan bangunan rumah gubuk yang disewakan kepada beberapa penduduk tanpa ijin dari pemerintah
  8. 23 - Oktober – 2009 : Ditanda tangani perjanjian antara pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jakarta tentang pinjam pakai tanah seluas 1.324 m milik pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang terletak di komplek Rawa Kerbo, Kelurahan Cempaka Putih Timur, Kecamatan Cempaka Putih, Kota Administratif Jakarta Pusat kepada Pengadilan Tinggi Agama Jakarta
  9. 9-Nopember-2009 : Sekretaris Mahkamah Agung, dengan suratnya nomor 490/SEK/01/XI/2009 memohon kepada camat agar tanah dimaksud dapat diserahkan dalam keadaan kosong kepada Pengadilan Agama Jakarta Pusat karena akan segara dimanfaatkan pembangunan gedung Pengadilan Agama Jakarta Pusat
  10. 11-Januari -2010 : Rapat antara camat Cempaka Putih dengan bapak Kusen untuk pengosongan, namun tidak berhasil, akan tetapi diperoleh dokumen antara lain:
    1. Surat pernyataan bapak Husen yang dibuat pada tanggal 3 November 1997 yang menyatakan bahwa ia telah merawat dan menjaga tanah dimaksud sejak tahun 1957
    2. Surat permohonan bapak Kusen kepada camat Cempaka Putih tertanggal 29 April 1997 untuk membangun rumah tinggal di atas lahan tersebut
    3. Surat pernyataan bapak Kusen tertanggal 5 Juli 1999 yang menyatakan bahwa ia bapak Kusen menyadari dan memahami bahwa tanah yang digarap dan ditempati adalah tanah milik Pemda DKI, tidak akan membangun dan tidak akan mengijinkan siapapun membangun rumah permanen atau bangunan apapun di dalam lokasi tersebut dan sewaktu-waktu tanah tersebut akan dipakai ia bersedia meninggalkan tempat tanpa menuntut ganti rugi
  11. 18-Februari 2010 : Rapat di kantor walikota Jakarta Pusat dipimpin Asisten Pemerintahan dan dihadiri oleh pihak sekretariat Kota Jakarta Pusat, Pengadilan Agama Jakarta Pusat dan pihak penghuni lahan
  12. 22 - Februari – 2010 : Wali kota Jakarta Pusat dengan suratnya nomor 221/-1.711.117 memerintahkan Camat Cempaka Putih agar mengosongkan lahan milik pemerintah provinsi DKI Jakarta tersebut untuk pembangunan gedung Pengadilan Agama Jakarta Pusat
  13. 18-Maret-2010 : Musyawarah aparat Kecamatan Cempaka Putih dengan bapak Kusen, membahas tentang pengosongan lahan
  14. 25 - Maret – 2010 : Musyawarah aparat kecamatan Campaka Putih dengan bapak Kusen untuk pengosongan lahan tersebut
  15. 26 - Maret – 2010 : Bapak Kusen mengajukan permintaan ganti rugi sebanyak Rp 3.030.000.000 (tiga miliar tiga puluh juta rupiah)
  16. 14-April-2010 : Musyawarah aparat kecamatan Cempaka Putih dengan bapak Kusen tentang pengosongan tersebut
  17. 29-April-2010 : Camat Cempaka Putih dengan suratnya nomor 1261/1.758.1 mengembalikan perintah pengosongan tersebut kepada walikota Jakarta Pusat karena ia Camat tidak sanggup melakukan pengosongan
  18. 20 - Mei – 2010 : Musyawarah antara pemerintah kota Jakarta Pusat dengan bapak Kusen
  19. 8 - Juni – 2010 : Musyawarah antara pemerintah Kota Jakarta Pusat dengan bapak Kusen
  20. 15 -Juni 2010 : Musyawarah antara pemerintah kota Jakarta Pusat dengan bapak Kusen. Pada rapat ini bapak Kusen membuat surat pernyataan tertanggal 15 Juni 2010 yang menyatakan bersedia mengosongkan tanah milik Pemda yang ditempai paling lambat tanggal 14 Juli 2010 dan jika ia Kusen mengingkari ia Kusen tidak keberatan dibongkar oleh Pemda DKI
  21. 24-Juni 2010 : Bapak Kusen mengajukan permohonan pengunduran waktu pengosongan lahan yang ditempati hingga sehabis lebaran
  22. 30 - Juni – 2010 : Bapak Kusen mencabut pernyataannnya tertanggal 15 Juni 2010 disertai penuntutan ganti rugi sebesar Rp 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah)

Demikian, untuk menjadi maklum

Jakarta, 12 Juli 2010

ANDA TELAH MEMILIH

MAKA  ANDA HARUS BERTANGGUNG JAWAB ATAS PILIHAN ANDA

Masrum M Noor


Manusia diciptakan oleh Allah sebagai makhluk yang termulia. Kemuliaan itu dapat dilihat dari dianugrahinya kebebasan memilih untuk memilih jalan hidupnya masing-masing, namun yang termulia dari orang yang diberi kebebasan memilih adalah orang yang dapat mempertanggung jawabkan pilihannya, adapun orang yang termulia diantara mereka ialah orang yang lulus dalam mempertanggung jawabkan pilihannya itu.

Manusia yang dibekali potensi akal dengan memiliki kemampuan berinisiatif dan berkreasi dinilai oleh Allah dapat menjadi khalifahNya dimuka bumi ini, akan tetapi

tidak semua manusia dapat mengaktualisasikan potensi tersebut secara optimal, sehingga tidak semua orang mampu merumuskan langkah-langkah terbaik yang seharusnya dipilih.

Dari ketidaksamaan kemampuan itulah maka kita dituntut untuk memilih peran kita masing-masing dalam mengemban kekhalifahan itu. Peran-peran mana telah terbentang luas dihadapan kita, sehingga tidak sedikit pula diantara kita yang mengambil pilihan ganda atas beberapa peran yang berbeda.

Dari sudut pandang keberagamaan, kini anda tentu telah berada dalam pilihan anda, Yahudikah anda, Kristianikah anda, Budhiskah anda, atau bahkan anda tidak beragama sama sakali, maka pilihan anda itu harus anda pertanggung jawabkan kehadirat Allah SWT.

Dari sudut pandang peran kehidupan tentu anda juga telah berada dalam pilihan anda. birokratkah anda, pengusahakah anda, tekhnokratkah anda, petanikah anda, pedagangkah anda, tentarakah anda, pelajarkah anda, dokterkah anda,  hakimkah anda, buruhkah anda, pengojekkah anda, pengemiskah anda bahkan jadi apapun anda termasuk jika anda memilih menjadi penganggur, pasti anda harus mempertanggung-jawabkan pilihan anda itu kepada Allah SWT.

Pendek kata kapan kita menentukan pilihan, maka sekaligus kita mesti melekatkan tanggung jawab kita kepada Allah SWT. Bahkan bukan hanya pilihan-pilihan yang kasat mata, tetapi juga pilihan-pilihan yang bathiniyah. karena Allah maha mengetahui yang lahir dan yang bathin.

Satu hal penting yang harus kita perhatikan ialah standar apa yang dipergunakan oleh Allah dalam menentukan sukses tidaknya pertanggung jawaban kita itu.

Pertama: Allah akan mencermati niat kita dalam menentukan pilihan itu; apakah memenuhi komitmen asasi; ”inna sholaty’ wa nusuky wa mahyaya wa mamaty lillahi rabbil ‘alamiin” (Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah seru sekalian alam)

Kedua : Allah akan melihat cara kita melaksanakan pilihan yang telah kita ambil, apakah memenuhi syarat-syarat dan rukun yang telah ditetapkan oleh Allah atau tidak.

Ketiga : Allah akan melihat tujuan pilihan kita. Apapun pilihan kita tujuannya harus dalam kerangka mencari ridho Allah SWT.

Pendek kata pertanggung jawaban kita hanya akan diterima oleh Allah swt. Manakala pilihan atas peran kita, apapun pilihan itu haruslah dijalankan menurut syariat yang telah ditetapkan oleh Allah (al-masyru’) atau bersesuaian dengan syariat Allah (al-masyru’iyat).







PENCARIAN

AGENDA KEGIATAN

18 Aug 17

Hut Mahkamah Agung RI ke 72 Th

 

07 Sept 17

Pelantikan Hakim Pengadilan Agama Jakarta Pusat

 

07 Sept 17

Pelantikan Panitera Pengganti Pengadilan Agama Jakarta Pusat

VIDEO PERADILAN

Sambutan Direktur Jenderal Badilag


Pelayanan Online


LINK PERADILAN

KANTOR PENGADILAN AGAMA JAKARTA PUSAT


Jl. Rawasari Selatan No.51
Kel. Rawasari, Kec. Cempaka Putih
Jakarta Pusat - 10570
Telp : 021-42802193, 42802210, 42802315
Fax : 021-42802307
E-Mail : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.